Minggu, 24 Juli 2016
Jumat, 03 Juni 2016
jangan dekat dengan kucing saat wanita hamil
Sebaiknya jika seorang wanita hamil ia tidak boleh dekat dengan kucing karena kucing dapat menyebabkan virus tokso yang dapat membahayakan janin nya
Senin, 04 Januari 2016
Makanan Yang Harus Dihindari saat menderita Tifus
Penanganan penyakit tifus memerlukan ketelatenan dan kesabaran yang tinggi. Hal ini terutama lebih dikarenakan oleh lamanya penyakit ini untuk bisa sembuh total. Belum lagi pantangan-pantangan yang harus dilakukan agar penyakit ini tidak menjadi lebih parah. Sungguh, semua halnya memerlukan ekstra perhatian.
Hal-hal yang menjadi perhatian saat sakit tifus sebenarnya tidak terlalu banyak. Hal-hal tersebut di antaranya saja adalah adanya makanan yang harus dihindari penderita tifus, tidak bolehnya penderita untuk banyak bergerak, keharusan penderita untuk istirahat total (bedrest), hingga mungkin rawat inap (opname) di rumah sakit. Dari sekian hal yang menjadi perhatian, makanan yang harus dihindari penderita tifus akan menjadi bahasan kita kali ini.
Makanan yang harus dihindari penderita tifus cukup mudah karena makanan bagi penderita tifus hanya boleh bubur nasi atau bubur buah manis yang sangat encer. Makanan-makanan ini harus dihindari karena efeknya terhadap perut penderita, terutama bagian usus yang memang sedang ‘bermasalah’. Makanan-makanan yang terlarang bagi penderita tifus ini di antaranya adalah makanan pedas, makanan berlemak, kopi, serta minuman bersoda.
Makanan pedas di dalam perut yang normal akan membuat organ-organ pencernaan panas. Luka di dalam usus akibat bakteri Salmonella typhi selama tifus jika diberi makanan pedas akan mengalami pembengkakan dan mungkin pendarahan. Nah, jika sudah begini, kesembuhan penyakit tifus yang diderita akan semakin lama. Bahkan jika dilakukan, ini bisa membawa kematian penderita.
Makanan berlemak dicerna tubuh lebih lama daripada makanan berkarbohidrat. Hal ini karena ikatan kimia lemak yang lebih kompleks dan juga karena pencernaan lemak baru terjadi di dalam usus. Bukan di mulut atau di lambung seperti layaknya karbohidrat. Jika penderita tifus mengonsumsi makanan berlemak, ususnya yang justru sedang ‘bermasalah’ dipaksa untuk ‘bekerja’. Bukan hal mustahil, ini bisa menyebabkan pendarahan usus. Jika sudah begini kesembuhan penyakit juga akan lama dan mungkin bisa menyebabkan kematian.
Di dalam perut kopi bisa memicu naiknya tingkat keasaman lambung. Jika penderita tifus mengonsumsi kopi, bisa Anda bayangkan seperti apa jadinya? Ya, usus yang sedang luka diberi asam maka sudah pasti lapisan-lapisan mukosa usus bisa tergerus dan akhirnya terjadi pendarahan. Lagi-lagi, ini bisa menyebabkan kematian.
Hal yang sama juga terjadi pada minuman bersoda. Karbonasi soda di dalam perut bisa menyebabkan naiknya kadar keasaman lambung. Maka seperti kopi, ini bisa menyebabkan kematian
.
untuk rekomendasi cara membantu proses penyembuhan nya Klik disini
Ciri ciri penyakit diabetes melitus masa kini
![]() |
Diabetes Melitus tipe 1, adalah diabetes yang terjadi karena berkurangnya rasio insulin dalam sirkulasi darah akibat hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. Diabetes Melitus tipe 1 ini dapat di derita oleh anak-anak maupun dewasa. Sampai saat ini penyakit ini blm dapat disembuhkan maupun di cegah. Diabetes Melitus tipe 1 ini hanya dapat diobati dengan menggunakan insulin dengan pengawasan yang teliti terhadap tingkat glukosa darah.
Diabetes Melitus tipe 2, adalah diabetes yang terjadi karena adanya resistensi insulin atau berkurangnya sensitifitas terhadap insulin, yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah. Diabetes tipe 2 ini adalah jenis yang paling banyak di derita para penderita diabetes mellitus dan umumnya menyerang orang-orang yang punya masalah obesitas. Selain karena obesitas penyakit ini jg timbul karena faktor usia yang sudah tua. Diabetes Melitus tipe 2 dapat diobati dengan cara diet sehat dan olahraga yang teratur, tetapi jika sudah parah biasanya akan dibantu dengan pengobatan oral ataupun terapi insulin.
Diabetes Mellitus tipe 3, atau juga disebut gestational diabetes, adalah diabetes yang terjadi hanya selama kehamilan dan akan pulih setelah melahirkan. Walaupun hanya bersifat sementara tetapi jika tidak ditangani dengan baik dapat membahayakan kesehatan janin maupun sang ibu. Gestational Diabetes ini terjadi disekitar 2-5% dari semua kehamilan. Resiko yang dapat dialami oleh bayi : obesitas, penyakit jantung bawaan, kelainan system saraf pusat, cacat otot rangka, gangguan pernafasan, hyperbilirubinemia, dan untuk kasus yang parah bias menyebabkan kematian sebelum kelahiran.
Langganan:
Postingan (Atom)


